Perhitungan Gaji untuk Pekerja Harian Lepas

Perhitungan Gaji untuk Pekerja Harian Lepas – Tidak semua karyawan berstatus tetap. Sebagian dari mereka adalah buruh harian lepas. Karyawan dengan status ini bekerja untuk memenuhi jam bebas perusahaan dan hanya diwajibkan dalam kondisi tertentu.

Karena sifatnya yang lebih fleksibel, Perhitungan upah harian sesekali dan aturan yang mengelilinginya berbeda dari yang lain.

Perhitungan Gaji untuk Pekerja Harian Lepas

Perhitungan Gaji untuk Pekerja Harian Lepas
Perhitungan Gaji untuk Pekerja Harian Lepas

1. kontrak kerja

Pekerja yang memenuhi syarat sebagai pekerja lepas harus menandatangani PKWT. PKWT adalah kontrak kerja sementara yang memuat kontrak kerja sementara.

PKWT umumnya hanya digunakan untuk pekerjaan proyek atau musiman. Selain ketentuan kontrak, ada juga angka upah, volume pekerjaan, dan jumlah hari kerja.

PKWT diatur dalam Pasal 59 UU Ketenagakerjaan, durasi maksimal adalah 3 tahun dan proyek akan selesai dalam satu waktu ini.

Perusahaan juga dilarang memberikan masa percobaan kepada karyawan. Dengan begitu, karyawan langsung bekerja secara profesional setelah menandatangani PKWT.

2. menarik yaitudan bergeser

BHL bekerja dengan shift dan jam kerja yang sama dengan pekerja lainnya. Maksimal 40 jam kerja dalam seminggu, maksimal 6 hari kerja dalam seminggu dan 7 jam kerja dalam sehari.

Jika perusahaan menambahkan lebih dari 40 jam kerja, manajemen harus mengeluarkan perintah kerja pengecualian.

Jika perusahaan Anda hanya membutuhkan karyawan pada waktu-waktu tertentu saja, sistem absensi dan shift bagi karyawan mulai berlaku.

Akuntansi penggajian biasanya didasarkan pada jadwal per jam. Buruh harian lepas hanya memiliki dua jenis jam kerja, pagi atau sore. Anda juga tidak harus datang ke kantor setiap hari atau absen setiap hari.

3. manfaat sosial

Sekalipun itu adalah pekerja lepas, perusahaan harus memberikan layanan dengan syarat tertentu.

Apabila perusahaan memiliki 10 orang karyawan dengan upah minimum Rp1.000.000,00 per orang, maka iuran harus disediakan oleh perusahaan. Aturan ini diatur dalam KEPMEN 150 Tahun 1999.

Perhitungan gaji untuk pekerja harian lepas

1. skema waktu

Skema waktu dibagi menjadi dua contoh perhitungan. Jika dalam seminggu ada 6 hari kerja, maka upah dalam sebulan dibagi menjadi 25. Contoh: Sebuah perusahaan membayar Rp3.000.000,00 per bulan, maka perhitungan per hari pekerja mendapat Rp120.000,00.

Berbeda jika perusahaan menggunakan sistem 5 hari kerja per minggu. Gaji bulanan harus dibagi menjadi 21.

Jika perusahaan membayar gaji Rp3.000.000,00 per bulan, maka upah hariannya adalah Rp142.857,00. Jadwal ini dapat bervariasi tergantung pada shift dan jumlah pekerja lepas yang bekerja dalam seminggu.

4. skema hasil

Skema yang sering berlaku bagi para freelancer adalah skema payout. Pada umumnya perusahaan akan melihat hasil pekerjaan dan volumenya.

Buruh harus memenuhi target ketenagakerjaan agar perusahaan dapat membayar upahnya. Jenis pekerjaan ini sering disebut sebagai pekerjaan borongan. Pada suatu waktu, mereka harus menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tujuan.

Perhitungan gaji harian pekerja lepas lainnya adalah skema waktu. Volume dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dapat bervariasi, sehingga nilai upah juga bervariasi.

Karena itu, perusahaan yang menawarkan skema pengembalian tidak akan membayar tingkat upah yang sama. Semakin banyak pekerjaan yang dilakukan, semakin banyak upah yang diterima pekerja.

Kesimpulan

Pekerja dengan status ini belakangan ini semakin populer. Hal ini disebabkan oleh jam kerja yang fleksibel dan mereka dapat memilih pekerjaan sesuai dengan tingkat upah yang diinginkan.

Mereka juga bebas memilih lingkungan kerja sesuai dengan kondisi mereka. Meskipun fleksibel, peraturan yang relevan masih terkandung dalam tata cara dinas ketenagakerjaan.

Tinggalkan komentar