5 Penyebab Kesalahan dalam Wawancara Kerja

Penyebab Kesalahan dalam Wawancara Kerja – Jika Anda merasa selalu gagal dalam wawancara kerja, lakukan introspeksi. Cari tahu kesalahan apa yang membuat Anda kecewa.

Gagal dalam wawancara kerja, jika itu terjadi setiap saat, Anda mungkin melakukan kesalahan yang Anda ulangi tanpa disadari. Pikirkan kembali jawaban yang Anda berikan, pikirkan di mana letak kesalahannya.

Jika Anda tidak menemukan kesalahan, Anda dapat mencoba mencari referensi jawaban yang benar selama percakapan. Dari sana Anda bisa menebak apakah jawaban yang Anda berikan benar atau salah.

Nah, itulah lima hal yang bisa membuat Anda gagal dalam wawancara kerja. Jangan diulangi lagi, ya!

Penyebab Kesalahan dalam Wawancara Kerja

Penyebab Kesalahan dalam Wawancara Kerja
Penyebab Kesalahan dalam Wawancara Kerja

1. Jangan meninggalkan kesan

Kesan pertama pada perekrut sangat penting dan mempengaruhi evaluasi secara signifikan. Mereka biasanya akan menilai Anda dari penampilan, gerak tubuh, tingkah laku, dan suara Anda selama 30 detik pertama.

Makanlah sebelum Anda datang untuk wawancara, Anda bisa mempersiapkan diri. Jangan lewatkan makan dan minum yang sehat.

2. Mengajukan pertanyaan yang tidak relevan

Terkadang calon potensial merasa ingin mengetahui banyak hal tentang perusahaan. Namun seringkali pertanyaan yang diajukan tidak relevan dengan posisi atau job desk yang Anda lamar.

Yang terbaik adalah mengajukan pertanyaan terkait dengan posisi yang Anda lamar. Misalnya, tanyakan tentang alasan mengapa mereka membuka posisi untuk pekerjaan itu dan cari tahu tentang sistem kerja, tujuan, budaya kerja, dan lainnya.

3. Kurangnya persiapan

Poin ini paling sering dialami oleh kandidat potensial. Mereka kurang siap saat menghadiri wawancara kerja. Ketika ditanya tentang pengetahuan mereka tentang perusahaan yang diiklankan, mereka tidak bisa menjawab.

Beberapa bahkan tidak tahu deskripsi pekerjaan dari posisi yang mereka lamar. Ini adalah kesalahan fatal. Perekrut akan beranggapan bahwa pelamar jenis ini tidak serius melamar pekerjaan.

Sebaiknya Anda melakukan riset lebih dalam mengenai latar belakang perusahaan yang Anda lamar sebelum wawancara. Semua informasi yang Anda butuhkan ada di web.

4. Jangan bertanya

Saat wawancara berakhir, perekrut biasanya akan memberi Anda kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Banyak kandidat potensial mengabaikan peluang ini.

Mereka merasa jelas dan puas dengan percakapan selama proses wawancara. Bahkan, kesempatan ini diberikan oleh perekrut untuk mengetahui seberapa serius Anda bergabung dengan perusahaan mereka.

Anda juga dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu tentang spesifikasi posisi yang Anda lamar. Jawaban yang Anda dapatkan nantinya bisa menjadi pertimbangan diterima atau tidaknya pekerjaan tersebut.

5. Akhiri wawancara dengan canggung

Kepercayaan dari awal hingga akhir proses wawancara sangat penting bagi perekrut. Mereka akan menilai Anda sebagai seseorang yang bersemangat dan berani.

Jangan mengakhiri wawancara dengan perasaan lesu atau bahkan canggung. Bersikaplah profesional dan tetap ramah meskipun ternyata wawancara yang Anda lalui tidak berjalan lancar.

Jika Anda meninggalkan kesan masam dan wajah muram, perekrut tidak akan senang. Anda hanya dapat menilai karakter Anda dari gerakan tubuh dan ekspresi wajah.

Kesimpulan

Wawancara kerja membutuhkan persiapan yang matang. Cari tahu tentang perusahaan dan posisi yang Anda lamar. Pelajari juga jawaban yang benar saat menjawab pertanyaan perekrut.

Tinggalkan komentar