Polisi Amankan 5 Penyuling Merkuri Ilegal di Seram

0
42
Polisi Ciduk Lima Penyuling Merkuri di Seram (foto: saleh)

INFOBARU, Seram – Kendati ditangkap penyelundup bahan baku merkuri oleh kepolisian Polda Maluku, namun bisnis batu sinabar tetap saja dilakukan. Dikarenakan konsumen merkuri di Maluku terbilang pesat, meski ancaman penjara 10 tahun dan denda miliaran rupiah akibat bisnis yang dilarang Pemerintah ini.

Banyak cara yang dilakukan pebisnis batu sinabar untuk mendapatkan jutaan rupiah untuk kebutuhan hidup. Para pebisnis batu sinabar tidak lagi memperhatikan resiko lingkungan. Seperti halnya yang dilakukan lima warga Seram Bagian Barat yang sudah memproduksi merkuri di kediamannya.

Bisnis ilegal ini akhirnya ditangkap kepolisian Resort Seram Bagian Barat pada, Selasa tanggal 23 Januari 2018 sekira pukul 00.10 wit di Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu Kec. Kairatu Kab. SBB.

“Pengerebekan penyulingan merkuri tepatnya di lokasi rumah milik Sunari telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku penyulingan Batu Sinabar menjadi Mercuri (Air Raksa),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Kombes Pol. Drs. Mohamad Roem Ohoirat kepada wartawan, Selasa (23/1/2018).

Dirinya menambahkan penggerebekan dikakukan oleh tim dari Polres SBB yg dilakukan oleh Kasat Sabhara Res SBB AKP J. de Fretes, Kasat Intelkam Res SBB IPTU M. WENNO, KBO Intelkam Res SBB IPDA I. PARERA, S. Sos beserta Gabungan Pers Siaga dari fungsi Intelkam, Reskrim dan Sat Shabara Polres Seram Bagian Barat.

Dalam penangkapan tsb berhasil diamankan 5 orang sebagai yakni Sunari (58) (Pemilik Rumah) warga Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu Kec. Kairatu Kab SBB, serta Setiawan (20).

Selain itu polisi juga menangkap Ahmad Ridwan (29) per peran sebagai Pelaku Pembuatan yang juga warga Talaga Ratu. Almer Kiki Madewangsa (18) Pelajar MA warga Dusun Sidodadi Desa Waimital Kec. Kairatu Kab. SBB. Risky Harianto (17) warga Desa Waimital Kec. Kairatu, Kab. SBB.

Dalam pengembangan penyulingan dilakukan sejak Minggu tgl 21 Januari 2018 pukul 16.00 Wit s/d hari Senin tgl 22 Januari 2018 pukul 00.00 wit. Bahan Baku material batu Cinnabar diambil dari Desa Luhu Kec. Huamual kemudian dilakukan penyulingan di Dusun Talaga Ratu (Rmh milik Sdr. Sunari) menjadi merkuri (Air Raksa). “Dari bahan baku batu Cinnabar sekitar 100 Kg telah menghasilkan sekitar 60 Kg merkuri dan hari Senin tgl 22 Januari 2018 sekitar pukul 19.10 Wit,” jelasnya.

Jaka salah satu pemilik material batu sinabar telah mengambil hasil tersebut. Sedangkan yang masih dalam proses penyulingan bahan baku Batu Cinnabar sebanyak 50 Kg menghasilkan merkuri ( air raksa) sebanyak 24 Kg pada saat dilakukan penangkapan.

Barang Bukti yang diamankan berupa, Timbangan, Mesin Penggiling Batu Cinnabar merek Daisung, Blower Api, 13 Tabung penyulingan (9 tabung ukuran besar dan 4 tabung ukuran kecil), 4 Karung Ampas /Limbah batu Cinnabar dan 24 Kg Mercuri / air raksa (3 Botol).

“Lokasi penyulingan sudah politeknik line anggota reskrim Polres SBB, sementara kelima tersangka sudah diamankan di Polres SBB guna dilakukan pemeriksaan.(slh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here