Jokowi Tawarkan Relokasi bagi Warga Asmat

0
54
Anak-anak Asmat, Papua.

INFOBARU- Presiden Joko Widodo kembali menjelaskan, medan teramat berat, menjadi kendala tersulit untuk timnya dalam menjangkau wilayah kapupaten Asmat, Papua, guna menangani persoalan wabah campak dan gizi buruk.

“Mengenai kondisi, baik di Asmat, Agas, dan Nduga itu, kondisi lapangannya memang sangat berat. Yang kedua, itu juga tersebar,” ujarnya di GOR Dempo Jakabaring Sport City,Palembang, Senin.

Meski demikian, dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dikatakan bahwa Presiden dan jajarannya masih berupaya untuk mencarikan jalan keluar terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Solusi jangka panjang amat diperlukan mengingat kejadian ini sebenarnya selalu ada tiap tahunnya.

“Ini setiap tahun kejadiannya selalu ada. Kita tidak usah tutup-tutupi. Yang paling penting menurut saya bagaimana mencarikan jalan keluar agar saudara-saudara kita ini tidak terkena wabah penyakit seperti campak dan gizi buruk,” tuturnya.

Salah satu pemikiran yang akan coba ditawarkan kepada pemerintah daerah, ialah dengan merelokasi sejumlah penduduk yang ada di tempat terpencil dan tersebar ke kota sekitar yang relatif lebih mudah dijangkau serta dekat unit pelayanan kesehatan.

“Alangkah lebih baik apabila itu direlokasi ke kota. Jadi desa-desa direlokasi ke kota. Tapi ini kan mengubah budaya. Tentang persiapan untuk perumahannya saya kira kabupaten dan provinsi juga punya kemampuan. Pemerintah pusat kalau memang dibutuhkan juga siap membantu,” kata Presiden.

Presiden sendiri menggambarkan betapa sulitnya medan yang ditempuh oleh jajaran terkait saat menjangkau lokasi terdampak. Salah satunya, butuh waktu selama empat hari untuk dapat sampai ke daerah tujuan.

“Contoh dari Wamena menuju ke Nduga itu lewat hutan belantara empat hari. Di Asmat juga sama, di situ rawa-rawa. Untuk naik boat saja butuh tiga jam. Biayanya tidak kecil, Rp3-4 juta. Itu fakta-fakta yang ada di lapangan,” ungkapnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here