Wisata Pantai Liang Yang Terabaikan

0
52

INFOBARU – Indahnya pantai liang merupakah salah satu wisata terkenal di Maluku, tepatnya di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Pantai yang jaraknya sekitar 38 kilometer dari pusat kota Ambon, tidak mengurangi masyarakat berbondong-bondong ke lokasi yang panjang akan pasir putih.

Ambon memang menyimpan sejuta keindahan pantainya. Banyak pantai yang ada di kawasan Ambon ini, salah satunya Pantai Liang. Mungkin kamu belum mendengar nama pantai ini, tapi jangan heran akan keindahannya karena pantai ini dinobatkan sebagai pantai terindah di Indonesia.

Kalau kamu sudah bosan berlibur di pantai yang ada di Bali, kini saatnya kamu harus membuka mata pada wisata bahari lain yang ada di Indonesia. Pantai ini bisa menjadi pilihan tepat jika ingin liburan sendiri maupun beramai-ramai. Sebenarnya pantai ini bernama Pantai Hunimua, tetapi nama yang terkenalnya adalah Pantai Liang.

Bukan saja kaya pasir putih yang halus, namun lokasi yang dipenuhi pepohonan bisa menyejuk para wisatawan, baik local maupun demostik. Untuk menuju lokasi wisata, cukup hanya menggunakan mobil angkut jurusan Ambon-Liang dengan hanya membayar Rp 20 ribu sudah berada di lokasi wisata.

Dalam perjalanan sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Ambon, banyak sekali disejukan pemandangan, seperti melawati tempat wisata Pantai Natsepa yang terkenal dengan Rujak Natsepa yang terkenal di Provinsi Maluku itu. Dalam perjalanan menuju pantai Liang, ada beberapa desa di Kecamatan Salahutu dilalui, seperti Desa Suli, Desa Tulehu, dan Desa Wai. Sesampainya di lokasi wisata para wisatawan akan disejukan dengan indahnya pasir putih serta rimbunnya pepohonan.

Di pantai tersebut banyaknya jajanan yang disediakan masyarakat, seperti rujak khas Pantai Liang yang tidak kala jauh dengan rujak natsepa. Selain jajanan berupa minuman dingin, juga disediakan kelapa muda khas pantai liang. Suasana di lokasi pantai berbeda dengan wisata lainnya, dimana para penjual jajanan menghampiri wisatawan yang berada di lokasi, selain itu banyaknya fasilitas yang disediakan, seperti perahu, bental berenang serta fasilitas lainnya.

Dengan mambayar sekitar Rp 10 ribu, wisatawan bisa menikmati indahnya laut yang bersih serta deburan ombak keci, menghilangkan rasa lelah dan letih. Saat menata di darat rasanya tidak bisa berenjak dari atas perahu saat melihat indahnya butiran pasir putih yang terhampar di sepanjang pantai.

Ditambah beningnya laut serta suasana pantai yang tenang, jauh dari bisingnya lalu lintas kendaraan yang dapat menahan hasrat pengunjung berlama-lama di lokasi wisata itu. Untuk makan, wisatawan tidak perlu khawatir akan perut kosong (lapar), karena banyaknya jajalan yang disediakan masyarakat setempat, seperti nasi goreng, Sarminto, serta banyaknya jajanan gorengan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 1000 hingga Rp 20 ribu.

Untuk melihat suasana ramai di lokasi wisata, wisatawan diharapkan berkunjung di saat hari libur, seperti Sabtu dan Minggu, disanalah pantai tersebut ramai dengan wisatawan baik local dari berbagai darah di Maluku maupun wisatawan dari luar.

Sayangnya lokasi yang kini masih dikelola pihak swasta, membuat Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah urung memperbaiki lokasi yang terkenal di Maluku. Jika saja lokasi wisata itu dikelola pemerintah, maka semua fasilitas pendukung akan diperbaiki, tidak seperti sekarang ini yang konon tidak terurus karena ada pihak-pihak yang bersengketa, saling mengklaim sebagai pemilik tanah sehingga investor itu batal berinvestasi di sini

Penataan obyek wisata yang terletak yang berjarak 38 km dari dari Kota Ambon itu terkesan amburadul. Mulai dari tidak tersedianya air di toilet-toilet, tak ada tempat sampah dan petugas pembersih, tenda-tenda dagangan yang mulai tua hingga sarana rekreasi yang tidak terpelihara.

Pengunjung yang datang di tempat itu pun tidaklah banyak bila dibandingkan dengan obyek wisata lainnya di Kecamatan Salahutu yang hampir setiap hari dipadati wisatawan. Sebut saja Pantai Netsepa, Desa Suli yang tak pernah sepi didatangi wisatawan, baik hari-hari bisa maupun hari libur. Penataannya pun sangat baik dan menarik. Obyek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah itu selalu dipadati pengunjung.

Apalagi Natsepa terkenal dengan jajanan rujak buahnya yang khas. Begitupun dengan sumber pemandian air panas di Dusun Hatuasa, Desa Tulehu yang didatangi penunjung sedikitnya 100 orang per hari. Jumlah itu meningkat enam kali lipat saat hari libur. Namun yang terlihat di Pantai Liang, kendatipun hari libur tampak sepi-sepi saja karena aset wisata terindah itu tak mampu menarik minat pengunjung.[slh]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here