KPK Soroti LHKPN Balon Gubernur Maluku

0
59

INFOBARU, Ambon – Salah satu persyaratan untuk bisa maju sebagai calon Gubernur dan wakil Gubernur adalah harus menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Semua ini dilakukan agar balon gubernur dan wakil gubernur tidak tersangkut dengan praktek korupsi.

Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meneliti harta kekayaan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Lembaga anti rasuah itu meneliti harta kekayaan para balon, setelah mereka menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Dalam persyaratan calon, balon gubernur dan wakil gubernur, wajib sampaikan LHKPN ke KPK. Setelah menyampaikan LHKPN ada tanda terima dari KPK,’’kata Ketua KPU Maluku, Rivai Kubangun ketika dhubungi Infobaru.id, kemarin.

Dia mengaku, usai menyampaikan LHKPN ke KPK, lembaga anti korupsi itu kemudian bergerak meneliti harta kekayaan para balon yang disampaikan ke KPK. “KPK akan meneliti harta kekayaan para balon yang dilaporkan,’’terangnya.

Lantas, kapan LHKPN para balon diumumkan ke publik, dia mengaku, saatnya KPK akan umumkan LHKPN. “LHKPN diumumkan H-2 pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. KPU juga bisa memfasilitasi balon mengumumkan LHKPN,’’sebutnya..

Ketika disinggung siapa balon gubernur dan wakil gubernur yang belum memasukan LHKPN, dia mengaku, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath. “Pak Herman belum masukan tanda terima karena dalam proses. Pak Vanath juga hanya memasukan scan. Kita butuh tanda terima asli. Sementara balon gubernur dan wagub lainnya sudah masukan tanda terima LHKPN dari KPK,’’paparnya.

Dia berharap, batas akhir untuk melengkapi persyaratan calon yang kurang, Sabtu hari ini, semua persyaratan dilengkapi. ‘’Pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) sudah kasih masuk. Mereka masukan dokumen, sehingga dianggap diperbaiki. Kita sudah kasih tanda terima PP2,’’jelasnya.

Sementara, pasangan Herman-Vanath dan Barnabas Orno belum, hingga kemarin belum melengkapi persyaratan calon yang kurang. “Sampai sekarang HEBAT dan pak Orno belum masukan dokumen perbaikan. Kita tunggu besok (hari ini) sampai pukul 24. 00 WIT,’’tandasnya.

Sebagaimana dikutip di website KPK, bakal calon gubernur Maluku, Said Assagaff dengan harta kekayaan terbesar, yakni Rp 28.972.290.280. Harta kekayaan dilaporkan gubernur Maluku itu 28 Desember 2017 lalu. Balon gubernur Maluku, Murad Ismail, juga melaporkan harta kekayaanya sebesar Rp 11.894.817.160, dengan tanggal lapor 1 Januari 2018, sementara balon gubernur lainya Herman Koedoeboen sebesar Rp 3.166.009.901. Harta kekayaan Herman dilaporkan pada 10 Januari 2018.

Sementara itu, harta kekayaan bakal calon wakil gubernur, hanya Barnabas Orno yang terdata. Bupati Maluku Barat Daya yang berpasangan dengan Murad Ismail, itu memiliki kekayaan sebesar Rp 1.699.147.019 yang terakhir dilaporkan pada 8 Januari. Sementara Harta kekayaan dua bakal wakil gubernur lainnya, Abdullah Vanath dan Anderias Rentanubun belum tercatat di website KPK. Namun, informasi yang diterima tanda terima laporan harta kekayaan Anderias, Bupati Maluku Tenggara yang berpasangan dengan Said Assagaff, dan Vanath, mantan Bupati Seram Bagian Timur yang berpasangan dengan Herman Koedoeboen telah diterbitkan oleh KPK.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here