Bamsoet Resmi Gantikan Setnov

0
38

INFOBARU – Bagi yang tidak mengenal sosok Bambang Soesatyo (Bamsoet), mungkin akan terkaget-kaget ketika mengetahui kekayaan yang dimilikinya. Sejumlah media, pasca dilantik sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto, langsung menyoroti gayanya yang flamboyan, termasuk melalui penayangan foto-foto yang diambil dari Instagram, maupun medsos yang lainnya.

Mengomentari ‘serangan’ melalui sisi kehidupan pribadinya, Bamsoet mengungkapkan dirinya seorang pengusaha mantan wartawan yang mapan jauh sebelum menjadi politisi. Ihwal foto-foto pribadinya, ia pun menjawab, “Jujur sebagai pengusaha dan mantan wartawan yang biasa tampil seadanya, agak repot juga, hehehe.”

Pernyataan Ketua DPR yang baru menjabat tiga hari ini, diungkapnya melalui pesan WhatsApp di salah satu grup yang diikutinya, yang dikutip Kamis (18/1/2018). “Saya adalah pribadi yang terbuka (enjoy life). Maklumlah, sebenarnya saya tidak berbakat menjadi pejabat tinggi negara. Selain tidak bisa hidup berpura-pura sesungguhnya juga pekerjaan yang paling saya tidak sukai, adalah pidato dan menghadiri acara-cara seremonial,” tambah Bamsoet.

Politisi Flamboyan
Dengan gayanya yang terbuka, tampil tanpa kepura-puraan, apa adanya, Bamsoet salah satu politisi flamboyan yang dimiliki Senayan. Dia sejak dulu juga terbuka dengan mobil-mobil mewah yang dikoleksinya, tanpa satu pun ditutupi. Misalnya, soal kepemilikan Bentley seri Continetal GT yang harganya jauh lebih mahal dibanding Continental Supersport milik bintang sepak bola Inggris, David Beckham.

Mobil-mobil lainnya bermerek Hummer, Land Rover, Mercedes Benz, dan Toyota Alphard yang berjejer di parkiran rumah pria kelahiran Jakarta, 10 September 1962, ini. Tak ketinggalan, ia juga memiliki motor besar Harley Davidson.
Bahkan, Bamsoet juga memiliki akses untuk menggunakan jet pribadi, yang kerap digunakan. Bahkan, saat berkunjung ke Bali di awal 2012 lalu, Bamsoet turun dari jet pribadi yang disebutnya sebagai aset kantor.

Harta Dicatat di KPK
Harta kekayaan Bamsoet, seluruhnya dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2010. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Bamsoet termasuk kendaraan mewahnya mencapai Rp24,1 miliar dan US $20.095.

Bamsoet, yang memulai karier sebagai wartawan di Harian Umum Prioritas pada 1985, tersinggung jika dituduh memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatan sebagai anggota dewan. Pasalnya, ia sudah lebih dulu mapan sebelum mencalonkan diri sebagai legislator.

Bamsoet memang meniti karier dari bawah, dan bekerja keras hingga menempati posisi tinggi di perusahaan. Selepas jadi wartawan di Harian Umum Prioritas, ia menjadi Sekretaris Redaktur Majalah Vista pada 1987, lalu diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis pada 1991.

Berkat kemampuannya, iamenjadi Komisaris PT Suara Irama Indah pada 1999, lalu menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya pada 2004. Tak berhenti di sana, kariernya terus menanjak dengan menjadi Direktur PT Suara Karya Membangun pada 2004 dan Direktur PT SIMA, Tbk pada 2006.

Sebelum mencalonkan diri sebagai anggota dewan, ia menjadi direktur di perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara di Kalimantan Selatan, Kodeco Timber (HPH/HTI), pada 2007.

Berkali-kali, Bamsoet menegaskan kepada publik bahwa harta kekayaan yang ia miliki sekarang adalah hasil kerja kerasnya. Mobil Bentley yang ia punyai sudah dimilikinya sejak Januari 2008, setahun sebelum ia dilantik menjadi Anggota DPR RI, yakni Oktober 2009.

Bamsoet sangat tidak setuju jika harta kekayaan dan gaya hidup dikait-kaitkan dengan kinerja sebagai anggota dewan. Ia sadar, suatu kesalahan jika seorang pejabat publik bermewah-mewah dengan menggunakan anggaran negara. Tapi tidak,
jika gaya hidup mentereng itu diperoleh dari hasil kerja kerasnya sendiri.

“Apakah Anggota DPR yang naik Kijang kerjanya benar dan tidak korupsi? Justru, yang patut dicurigai adalah Anggota DPR yang kaya mendadak,” ujar mantan Anggota Panitia Khusus Hak Angket Bank Century ini, kepada wartawan, saat dirinya banyak disinggung sebagai politisi flamboyan.

Jatuh Bangun Biasa
Jatuh-bangun sebagai politisi dan bangkrut saat menjadi pengusaha adalah hal biasa bagi penulis buku Skandal Gila Bank Century ini. Politisi yang pernah menyerahkan gajinya selama delapan bulan pada 2016 lalu kepada Brigadir Kepala (Bripka) Seladi, polisi yang menyambi kerja sebagai pemulung, ini bahkan harus melewati lima kali pemilihan calon legislatif untuk menjadi anggota dewan.

Bamsoet tidak mengenal kata putus usaha di tengah jalan. Bamsoet, yang terkenal vokal dalam sidang-sidang parlemen, saat ini tengah gigih memperjuangkan nama baiknya. Ia terseret dalam kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Miryam S. Haryani, mantan Anggota Komisi II DPR RI, saat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017, menyebut namanya dan sejumlah Anggota Komisi III DPR turut menerima uang korupsi e-KTP.

Melalui pengajuan hak angket, ia hendak meminta kepada Pimpinan KPK, rekaman saat pemeriksaan Miryam, yang saat ini menjadi tersangka pemberi keterangan palsu dalam kasus korupsi e-KTP. Ia optimis, rekaman itu akan menjadi bukti bahwa ia tidak bersalah. Ia juga akan menjadikan rekaman itu bukti hukum untuk melaporkan pihak-pihak terkait atas
tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah ke Bareskrim Mabes Polri.

Bamsoet, sang politisi flamboyan, tak pernah gentar jika ini menyangkut perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan. Apa pun risikonya. Termasuk, ketika kekayaannya dikait-kaitkan kedudukannya sekarang sebagai Ketua DPR. Karena itu didapatnya semasa belum menjadi anggota dewan, dan ia juga seorang pembayar pajak yang rajin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here