Korupsi Transit Passo Masih Ruwet

0
31

AMBON, IB – Penuntasan kasus dugaan korupsi terminal transit yang kini didalami Kejaksaan Tinggi Maluku, ruwet. Belum ada tanda-tanda tersangka yang akan dibidik, meskipun penyelidikan dan penyidikannya sudah berlangsung cukup lama.

Pekan ini, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali melanjutkan agenda pemeriksaan terhadap para saksi. Mereka ditanya seputar dugaan korupsi penyalahgunaan dana pekerjaan pembangunan terminal Transit Passo tipe B, Kecamatan Teluk Ambon tahun anggaran 2007-2015 sebesar Rp 55 miliar.

“Untuk pekan ini, ada agenda pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan terminal Transit Passo,” kata juru bicara Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/3).

Pemeriksaan terhadap para saksi, dilakukan untuk menemukan adanya perbuatan melawan hukum dalam proyek mangkrak yang didanai lewat APBN Kementrian Perhubungan dan ABPD Kota Ambon itu.

“Jadi tim penyidik akan intens melakukan pemeriksaan, sebelum adanya penetapan tersangka dalam kasus korupsi yang menghabiskan anggaran Negara puluhan miliaran rupiah itu,” tutur Sapulette.

Menyoal siapa saja yang akan dipanggil untuk diperiksa dalam perkara korupsi tersebut, Sapulette mengaku, dirinya belum mengetahui pasti. Ttetapi ia memastikan bahwa pekan ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. “Sejauh ini saya belum tahu berapa saksi yang nanti diperiksa. Tapi, pekan ini aka nada pemeriksaan lagi untuk saksi,” pungkasnya.

Diketahui, terminal transit Passo merupakan proyek mercu suar yang digadang-gadang Pemerintah Kota Ambon di era kepemimpinan Wali Kota Jopy Papilaja dan Wakil Wali Kota Olivia Latuconsina.

Gelontoran dana juga tak tanggung-tanggung. Tercatat lebih dari Rp 55 miliar, sudah dikucurkan sejak mulai dibangun tahun 2007. Lokasi terminal yang berada diatas lahan 5 hektar itu diperuntukkan antara lain, untuk mengalihkan jalur semua Angkutan Kendaraan Dalam Provinsi (AKDP) ke terminal tersebut.

Bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan di pusat Kota Ambon. Proyek direncanakan tuntas pada tahun 2010 lalu, tapi ternyata molor diselesaikan sampai detik ini. (ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here